Kampung Warna Warni Jodipan, Surga Latar Fotografi Berwarna

foto by https://www.instagram.com/eka_c_irawan/

Alamat: Gang 1, Jodipan, Kel. Kesatrian, Kec. Blimbing, Kota Malang, Jawa timur, Indonesia
Map: Klik Disini
Nomor Telepon:
HTM: Rp. 2.000
Jam Buka: 06.00 – 18.00 WIB

Kampung Warna Warni Jodipan, Surga Latar Fotografi Berwarna

Akhir-akhir ini para pecinta fotografi tengah menggandrungi destinasi bertema warna-warni. Untuk menarik pengunjung, tak sedikit perkampungan disulap menjadi kampung warna-warni.

Hingga saat ini di Indonesia terdapat sepuluh perkampungan mengusung tema warna-warni.

Misalnya Kampung Jodipan di Malang, Desa Kelir di Gresik, Kampung Bulak di Surabaya, Kampung Kalisari Semarang, Kampung Bejalen Semarang, Teluk Bitung Bandar Lampung, dan masih banyak lagi lainnya.

Sebelum nge-hits di Instagram belakangan ini, ternyata Kampung Code di Jogja sudah ‘berwarna’ sejak lama. Sehingga bisa dibilang kampung Code mungkin kampung warna pertama di Indonesia.

Namun jika menyangkut mana yang mengawali hitsnya kampung warna di Instagram, maka mayoritas orang akan menyebut Kampung Jodipan, Malang.

Wisata ini terletak di kecamatan blimbing kota Malang, jawa timur tepatnya berada dibawah jembatan rel kereta api. Tapi, kini kampung jodipan lebih populer dengan nama kampung warna warni atau kampung pelangi. Bukan karena dikampung itu sering muncul pelangi loh.

Tapi, karena rumah-rumah penduduk di kampung ini telah dicat dengan sekitar 17 warna cerah.

Berbeda dengan rumah pada umumnya, hanya dicat dindingnya saja, dikampung ini dinding serta atapnya bahkan jalanannya turut serta dicat warna mencolok. Sehingga menghasilkan latar yang sangat fotogenic.

Awal Mula

Munculnya wisata Malang ini berasal dari gagasan mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang terinspirasi dari Kampung Warna Rio de Janeiro, Brazil.

Berawal dari tugas praktikum dari kampusnya, ke tujuh mahasiswa yang diketuai oleh Nabila Virdausiyah ini menggali potensi yang ada di daerah sekitar. Tujuan mereka sendiri ialah ingin menyulap kawasan yang dulunya kumuh menjadi penuh warna.

Ternyata pemerintah dan salah satu perusahaan cat menyambut gagasan mulia dari para mahasiswa tersebut dengan baik.

Pada tanggal 6 Juni 2016 dimulailah proses pengecatan wisata ini kemudian diresmikan pada awal bulan September 2016.

Terhitung kurang lebih 100 rumah yang dicat dengan berbagai warna yakni berada di tiga RT, meliputi RT 6, RT 7, dan RT 9.

Saat proses pengecatan, opsi warna untuk masing-masing rumah bebas dipilih oleh setiap warga dengan syarat pilihan warnanya tak sama dengan warna cat tetangga sebelah rumah.

Bahkan, beberapa warga tak hanya mengecat rumah tetapi juga tak segan mempercantiknya dengan menambah gambar-gambar unik.

Awalnya, hanya beberapa rumah saja yang di cat. Kini, hampir semua rumah Jodipan dicat dan digambari mural lucu.

Para wisatawan melirik destinasi ini karena tampilannya yang cukup mencolok. Tak hanya wisatawan lokal, tapi juga wisatawan mancanegara. Jadi jangan heran jika Anda datang ke sini dan bertemu dengan bule.

Banyak Pilihan Spot Foto

Wisata ini menjadi salah satu lokasi favorit terbaru untuk berfoto. Ada banyak spot menarik untuk dijadikan latar untuk melakukan swa foto.

Maka tak heran jika Anda bisa menemukan lokasi ini seliweran di sosial media seperti instagram, facebook dan pinterest. Beberapa spot yang bisa menjadi pilihan yakni:

Lorong Payung

Payung warna-warni menghiasi Lorong-lorong di depan rumah warga. Selain mempercantik jalan payung yang digantung diatas juga membuat teduh suasana.

Tentu saja spot ini tidak boleh dilewatkan untuk memperoleh foto berhias payung-payung yang nampak seperti terbang diudara.

Lukisan 3D

Anda juga akan menemukan lukisan 3D Di kampung pelangi / warna ini. pilihannya juga tidak sedikit seperti lukisan gorila, ikan hiu dll.

Dinding Warna Warni

Tak hanya di cat polos, Dinding di tempat ini dipenuhi mural-mural kece yang harus Anda jadikan sebagai latar saat mengambil selfie.

Tangga Warna Warni

Terdapat banyak anak tangga di tengah desa karena memang tanah di kampung pelangi ini tidak rata. Anda bisa memanfaatkannya untuk berfoto diatas anakan tangga yang warna warni.

Ikon Terbaru Jembatan Kaca

Setelah menjelajahi seluruh spot instagramable di tempat ini, maka jangan lupa pula mengambil gambar di Jembatan Kaca.

Selain menjadi ikon terbaru jodipan, jembatan kaca ini juga sebagai penghubung antara Kampung Warna Warni di sisi selatan Sungai Brantas dengan Kampung Tridi yang berada di sisi utara.

Sesuai dengan namanya yakni Jembatan Kaca, yang menjadi lantai jembatan ini memang terbuat dari kaca. Aliran sungai Brantas yang cukup jelas terlihat dari ketinggian jembatan menjadi tantangan tersendiri saat melaluinya.

Tips mengambil foto

Jodipan menjadi salah satu surga bagi para fotografer yang sedang mencari latar dengan warna warni cerah. Jadi, jangan heran jika kampung ini tak pernah sepi pengunjung dan selalu ramai.

Rata-rata pengunjung pasti ingin mengambil foto sehingga perlu mengantri untuk mendapat spot yang diinginkan. Padahal, foto yang bagus tetap bisa diperoleh meskipun dalam keadaan yang ramai sebagaimana tips berikut:

1. Crowd Photography

Memang tak bisa dihindari, Anda akan bertemu banyak pengunjung lain di Kampung Warna Warni. Bahkan bisa diibaratkan jika menemukan spot kosong untuk selfie sepertinya tidak lebih mudah dari mencari spot parkir wisata saat weekend.

Jadi, pilih crowd photography saja! Sehingga Anda bisa sekalian menggunakan pengunjung lain sebagai background foto-foto. Beda, kan?

2. Street Photography

Jangan lupa bahwa kawasan wisata Warna Warni masih berfungsi sebagai tempat tinggal warga. Jadi, saat kesini Anda tak hanya bertemu dengan pelancong-pelancong lain, tapi juga melihat langsung seperti apa kehidupan warganya.

Tentu saja hal ini menjadi saat yang tepat untuk hunting street photography yang kece. Anda bisa menemukan keseruan saat cermat-cermat menangkap momen tak terduga yang candid.

Akses menuju Wisata

Akses menuju wisata ini cukup mudah ditempuh. Baik menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi umum.

Bagi Anda yang berkunjung ke Malang menggunakan kereta api, kampung pelangi / warna ini hanya berjarak sekitar 500 m dari stasiun arjosari.

Sehingga memudahkan Anda untuk melanjutkan perjalanan menuju lokasi menggunakan angkot AMG yang melintas melewati wisata ini, ada juga moda transportasi lain seperti becak. Jika ingin lebih tertantang, bisa dengan berjalan kaki.

Untuk yang datang menggunakan kendaraan pribadi tersedia rea parkir dengan tarif Tersedia Motor: Rp. 2.000,- Mobil: Rp. 5.000,- dan Bus Pariwisata: Rp. 15.000 – Rp. 25.000,-

Fasilitas

Jika setelah berkeliling kampung pelangi sambil berfoto Anda merasa cepek, jangan khawatir kehausan dan kelaparan. Karena, sama halnya dengan kampung pada umumnya di sini juga terdapat banyak warung ataupun kios.

Karena masih di area perkampungan warga, Anda juga bisa dengan mudah menemukan fasilitas tempat ibadah maupun toilet.

Untuk harga tiket masuk tempat ini yang sebesar Rp.2000 sendiri termasuk cendera mata unik berupa stiker ataupun gantungan kunci yang dibuat oleh warga.

supported by :

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Butuh bantuan ?